11 Orang Pedagang Cilok Disiantar Dilakukan Pembinaan
SUARA
PHASIVIC
26 July, 2021

11 Orang Pedagang Cilok Disiantar Dilakukan Pembinaan

SUMUT-Sempat melawan petugas Satuan Satpol-PP wanita saat melakukan penertiban pedagang di Lapangan Merdeka (taman bunga) Siantar 11 orang pedagang cilok akhirnya buat pernyataan.

Hal itu dikatakan langsung oleh Kasat Pol PP Siantar Robert Samosir saat dijumpai wartawan di kantornya, Senin (19/7/2021) siang.

Dikatakan Robert Samosir pihaknya tidak memperbolehkan pedagang (cilok ) berjuang di dalam lapangan merdeka. Hal itu berdasarkan larangan yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) no 16/1989 tentang nama dan fungsi Lapangan Merdeka, ujar Robert.

“Jadi kalau didalam lapangan kita tidak perbolehkan untuk berjualan. Sementara jika diluar lapangan (trotoar) masih bisa diberikan toleransi,” ujarnya.

Sebenarnya di trotoar jalan pun tidak boleh berjualan. Namun kita masih memberikan toleransi asalkan mereka bisa menjaga kebersihan dan ketertiban disana. ” Kan bisa kalian duduk di kursi itu sambil berjualan, tapi jaga kebersihan lah,” Ujarnya kepada pedagang cilok yang sedang dilakukan pembinaan.

Ditambahkan dia, Sejak Seni (19/7) pagi sebanyak 11 orang pedagang cilok yang berjualan di kawasan lapangan merdeka (taman bunga) dilakukan pembinaan di kantor Satuan Satpol-PP Kota Pematang Siantar.

“Jadi tadi pagi kita melakukan pembinaan disini, kita minta data-data mereka selanjutnya membuat surat perjanjian tidak berjualan di dalam lapangan merdeka,” ujarnya.

Kita menghimbau kepada seluruh pedagang kaki lima agar tidak berjualan didalam lapangan merdeka perihal hal itu dilarang. Robert Samosir juga meminta kepada para pedagang agar menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat umum, ujarnya mengakhiri.

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Kasat Pol PP Kota Pematang Siantar Robert Samosir (foto/Matius Gea/NSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *