Sebuah karya Agus Flores (Raden Mas MH Agus Rugiarto SH, kembali diterbitkan cucu berdarah bangsawan itu, yang dikenal Ketua Kelompok Teater Kepompong 2013 ini, karyanya dia akan sebarkan ke masyarakat dunia melalui dunia digital.

Judul karyanya ke delapan berbunyi:

BEDEBAH

Karya anak desa , kini jadi Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat

Bedebah…Burung Merpati terbang di awan..

Kicau burungnya terdengar dibesik telinga..

Awan putih begitu sejuk ketika kita pandang..

Sunyi, sepi, terasa mendebah dihati

Terasa antara imajinasi dan rasionalisasi..

Hiruk pikuk membuat sebuah makna kehidupan

Logika rasionalis membangunkan dari tidur

Bangun tidur yang memaknai introspeksi

Kehidupan kekayaan dimatanya adalah semu…

Menanti takbir, tak kunjung takbir muncul..

Melekat dihati tak bertepi…

Sebuah karya, karya bangsa jadi pragmatis

Hidup tak bertepi, menanti …

Dan hanya bisa bersujud

Sebuah sujut tak bermakna ditepi..

Demikian puisa Agus Floureze, yang memaknai Manusia sangat tepat intropeksi di zaman Covid -19 ini.

https://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG_20200522_113716.jpghttps://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/05/IMG_20200522_113716-150x150.jpgHukumPolitikPOLRISosial BudayaSurat RedaksiTokohSebuah karya Agus Flores (Raden Mas MH Agus Rugiarto SH, kembali diterbitkan cucu berdarah bangsawan itu, yang dikenal Ketua Kelompok Teater Kepompong 2013 ini, karyanya dia akan sebarkan ke masyarakat dunia melalui dunia digital. Judul karyanya ke delapan berbunyi: 'BEDEBAH' Karya anak desa , kini jadi Ketum LBH Phasivic Jakarta Pusat Bedebah...Burung...