23 January, 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menangkap kapal asing pelaku illegal-fishing

JAKARTA Kapal Pengawas Perikanan Orca 04 dibawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan ini kembali telah menangkap kapal asing pelaku illegal-fishing kali ini dua kapal Filipina ditangkap pada Kamis 1 Oktober 2020 bersama 21 awaknya dimana kapal tersebut masuk di wilayah Pengelolaan laut disamudra Phasivic Indonesia.

Menurut, bapak Menteri Kelautan Edy Prabowo dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Jakarta, (6/10/2020), mengatakan penangkapan dua kapal Filipina bernomor lambung VMC-188 dan LB VIENT-21 merupakan hasil operasi Kapal Pengawas Orca 04.

“kedua kapal yang ditangkap Satu kapalnya ukuran besar 105,90 GT menggunakan alat purse seine. Satunya lagi ukuran 20,62 GT, jenis kapal lampu,” terang Menteri Edhy.

Ditempat terpisah, bendum LBH Phasivic Supardi Ahmadi yang kini berprofesi Ahli Nautica Kapal Perikanan ANKPIN, kepada awak media nasional suara merdeka kantor the plaza Office Tower Jakarta mengatakan, sangat apresiasi dengan kinerja bapak Mentri Edy Prabowo dan seluruh kru kapal pengawas perikanan, yang sudah berprestasi dalam mengawasi laut dan menangkap kapal ikan ilegal- fishing.

“tentunya saya sangat apresiasi dengan kinerja bapak Menteri Edy Prabowo, orang nomor satu di Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang sangat luar biasa dalam ketegasannya melakukan terobosan, tidak tanggung tanggung meluncurkan kapal pengawas hingga menujukkan tajinya dalam mengawasi kekayaan laut Indonesia”ungkap mantan kapten ini”.

Menurut Supardi Sebelumnya, KKP telah berhasil menangkap 71 kapal illegal fishing dari berbagai negara sejak 10 bulan terakhir, tentu merupakan suatu prestasi capain yang cukup baik apalagi didukung oleh hasil kerja keras tim patroli, didukung armada yang canggih yang mampu memindai kapal illegal fishing beroperasi di laut Indonesia”unjarnya

Mantan observer kelautan ini mengapresiasi penuh kinerja kapaten Kapal Pengawas arca 03 Mohamad Maruf atas prestasinya dan penghargan dari KKP, yang sebelum pernah diraihnya dalam menangkap kapal ilegal-fishing” ya kapten Maruf itu kan teman seleting saya bahkan teman sekamar saya waktu Masi taruna menempuh pendidikan di STP ank35″ujarnya.

Menurutnya juga, Hingga sekarang dalam melakukan pengawasan kelautan melainkan mereka harus menghadapi resiko tantangan yang cukup tinggi di masa pademibCovid-19 yaitu, melakukan pemeriksaan ABK kapal ikan di laut terutama pemeriksaan ABK kapal asing tentu bukan hal yang mudah, yang harus menerapkan pada protokol kesehatan yang disiapkan APD seperti baju hazmate, hand sanitizer, thermo gun, dan desinfektan, pungkasnya.

ardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *