25 November, 2020

Ketika Panglima TNI Mengutip Puisi Dalam Rapimnas Partai Besar

Ketika puisi bicara mengenai suara para petani yang mengeluh: sawah itu menguning tapi bukan kami punya.

Ketika pedagang kecil berseru: Toko swalayan sangat ramai. Tapi bukan kami punya.

Event itu menjadi talk show TV, percakapan publik luas.

Agus R Sarjono, kritikus sastra dan penyair menggalinya lebih dalam satu buku utuh. Puisi yang dikutip panglima TNI bagian dari gerakan baru dalam sastra Indonesia: PUISI ESAI.

Puisi Esai mengangkat realitas sosial, dengan catatan kaki sebagai sumber rujukan, lalu difiksikan, didramakan, menjadi cara bertutur baru.

Sudah lebih dari 100 buku puisi esai. Sedang diproses 34 serial film berdasarkan puisi esai soal local wisdom di 34 provinsi, dari Aceh hingga Papua.

Gerakan puisi esai meluas ke Asia Tenggara. Puisi Esai sudah resmi pula masuk ke dalam kata baru di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Tapi bagaimanakah asal muasal puisi esai? Bagaimana ia menjadi gerakan? Filosofi apa di belakang gerakan itu?

Buku yang ditulis Agus R Sarjono dapat dibaca dgn klik ini:

Yang Bukan Penyair Boleh Ambil Bagian: GERAKAN PUISI ESAI DENNY JA

https://www.facebook.com/groups/970024043185698/permalink/1526602600861170/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *