Korban Warga Palestina Bertambah, Bamsoet: PBB Harus Beri Sanksi Israel
SUARA
PHASIVIC
14 June, 2021

Korban Warga Palestina Bertambah, Bamsoet: PBB Harus Beri Sanksi Israel

JAKARTA– Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, mencatat hingga Minggu (16/5/2021), korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza naik menjadi 181 orang, termasuk 31 wanita dan 52 anak-anak. Sementara jumlah korban luka-luka mencapai 1.225 orang.

Meskipun dunia internasional menentang serangan mematikannya, Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada Sabtu (15/5/2021) malam hingga Minggu (16/5/2021).

Tidak hanya menewaskan warga sipil, serangan Israel juga meluluhlantakan gedung, rumah, dan berbagai fasilitas publik Palestina.

Bahkan, roket Israel, menghancurkan gedung 12 lantai di Gaza, yang merupakan kantor media Associated Press (AP) dan Al Jazeera, tempat para jurnalis bekerja.

Menyikapi hal tersebut, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus bertindak tegas atas kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina.

“PBB harus membuktikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia, sekaligus memberi sanksi kepada Israel. Jangan sampai ada kesan PBB membiarkan kekerasan yang terjadi di Palestina,” tegas Bamsoet di Bali, Minggu (16/5/2021). 

Bamsoet mengatakan tindakan tegas PBB sangat penting, agar
eskalasi pertempuran yang terjadi sejak 10 Mei 2021 itu, tidak berkembang menjadi perang terbuka yang dapat mengganggu stabilias dunia,

Mengingat, kata Bamsoet, saat ini dunia sedang mengikuti pandemi Covid-19 yang menuntut solidaritas global.

“PBB harus segera bertindak agar tindakan kekerasan Israel terhadap warga sipil Palestina tidak berlanjut,” tegas Bamsoet.

Lebih lanjut, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini, mengatakan Israel juga harus menghentikan pembangunan permukiman baru Yahudi di Yerusalem Timur, karena ilegal menurut hukum internasional. 

Ia juga meminta militer Israel dan Hamas (Palestina) agar menahan diri dan menghentikan serangan.

“Baik miiter Israel dan Hamas (Palestina) harus menahan diri untuk segera menghentikan serangan udara agar tidak menambah korban jiwa lebih besar lagi,” kata Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini, juga menilai  rencana Israel menggusur pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarah, sebagai upaya pengambilalihan paksa tanah Palestina, melanggar hukum internasional.

Sebab kata Bamsoet, batas geografis Israel dan Palestina telah ditetapkan pada 1967. Kedua belah pihak wajib mentaatinya. 

“Rencana Israel menggusur pemukiman warga Palestina di Sheikh Jarah sebagai upaya pengambilalihan paksa tanah Palestina yang melanggar hukum internasional,” tegasnya.

Ia pun mengutuk keras tindakan kekerasan aparat keamanan Israel terhadap warga sipil Palestina.

“Dunia harus mengutuk kekerasan aparat keamanan Israel terhadap pendudul sipil Palestina,” tegasnya.

Bamsoet mengatakan sebagai sahabat bangsa Palestina sejak puluhan tahun silam, Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga kedaulatan dan kedamaian di tanah Palestina.

“Sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, sekaligus sahabat baik bangsa Palestina sejak puluhan tahun silam, Indonesia memiliki kepentingan untuk menjaga kedaulatan dan kedamaian di tanah Palestina,” pungkasnya.

Sekali lagi, Bamsoet menegaskan bahwa PBB harus membuktikan diri sebagai penjaga perdamaian dunia, sekaligus memberi sanksi kepada Israel.

PEWARTA : M. Rain Daling, S.Hum / NSM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *