25 September, 2020

Minta Kapolri Perbuatan Ipda Setiawan Diproses Hukum, Hingga Pemberitaan ini menembus Istana

Berita Polri’Phasivic‘ Ketua umum LBH Phasivic Agus Flourezw yang memiliki Kedekatan dengan Polri, mengunkapkan Perbuatan Ipda Septian Dwi Cahya, mencoreng nama Polri, dengan cara 3 Bintara Polisi dipukuli hingga babak belur, dan salah satunya tidak sadarkan diri.

Menurut Agus Perbuatan IPDA Setiawan harus dijerah hukuman badan, baik hukuman internal Kepolisian maupun Hukuman yang diatur di KUHP yang merupakan tindak pidana penganiyaan diatur Pasal 351.

Kejadian Penganiayaan yang dilakukan atasannya terjadi Di Polres Padang Pariaman Sumatera Barat.

Menurut Agus data yang diterima dari AS SDM Mabes Polri, bahwa Ipda Septian Dwi Cahya merupakan mantan Dantodalmas 2 Kindalmas 3 Ditsamapta Polda Sumatra Barat dimutasi sebagai Pama Polres Padang Pariaman dengan NRP 97090932.

” Kemarin tim redaksi terima Video 3 polisi dipukuli tersebut beredar viral di media sosial (medsos), belum kami publikasi ke publik, Karana karna kami harus menginvestigasi kebenaran, yang ada dalam Vidio tersebut seorang Polisi memukul anak buahnya babak belur tapi tidak ada keterangan kejadian dimana? Ternyata pagi tadi kami suda menerima bukti Falid AI, ” ujar Agus Pimpinan suara phasivic.com.

Diapun menambahkan, peristiwa in suda disampaikan juga ke Lingkungan Istana Presiden, melalui WhatsApp kepihak Jubir Presiden, Facdjrol Rahman.

” Beliau suda baca masalah ini, semoga dia bisa sampaikan Kepresiden Republik Indonesia Jokowidodo, ” tegas Penasehat FKPPI ini.

Dalam insiden ini ada korban yang sampai dilarikan ke rumah sakit.

Informasi sementara, penyebab bintara polisi itu dipukuli karena terlambat apel.

Beredar Video Viral 3 Bintara Polisi Dipukul Perwira di Polres Padang Pariaman
Beredar Video Viral 3 Bintara Polisi Dipukul Perwira di Polres Padang Pariaman (Kolase foto tangkapan layar Facebook Firmansyah Padang TerapiStroke/Youtube TERAPI STROKE PADANG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *