25 September, 2020

Polisi Amankan Sumur Bor di Gondangrejo Mengandung Gas Mudah Terbakar

Editing/Perwajahan: Agus Floureze

Berita Polri – Warga RT 06 RW 01, Dusun Ngrawan, Desa Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar merasa kuatir, setelah sumur bor milik ketua RT setempat, Solikin Hidayat (50) diketahui mengandung gas yang mudah terbakar.

Saat menyalakan korek api di sekitar sumur, langsung keluar semburan api dari pipa paralon.

Solihin menceritakan, sumur dengan kedalaman 110 meter tersebut dibuat sejak September 2019 yang lalu. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air minum. Namun saat dikonsumsi, ternyata airnyabterasa asin dan beraroma besi.

Akhirnya, Solihin memilih tidak menggunakan air tersebut. Air sumur hanya dialirkan ke kolam ikan miliknya menggunakan pipa paralon. Hingga kemudian anak Solihin penasaran dengan air yang terus mengalir lewat pipa paralon meski tidak disedot menggunakan pompa.

“Anak-anak mengecek pada malam hari, sekitar Januari lalu. Mereka menyalakan korek api untuk penerangan. Tak disangka, api langsung membesar diduga akibat ada uap gas dari pipa paralon,” ujar Solihin

Kejadian itu segera dilaporkan ke Kepala Desa (Kades) setempat Syarif Hidayat dan Camat Gondangrejo Rusmanto. Perangkat desa dan kecamatan, kemudian dilakukan uji coba sederhana. Dan dipastikan, sumur dalam tersebut mengeluarkan gas.

“Kami khawatir kandungan gas tersebut dapat menyebabkan kebakaran. Jarak sumur dari permukiman hanya 14 meter,” kata Solihin.

Menurutnya, saat pengeboran sumur pada September 2019 yang lalu tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Setelah selesai dikuras, pompa air diangkat. Ternyata airnya ikut naik, lalu dialirkan ke kolam ikan.

“Setelah dicek warga, ternyata airnya rasanya asin. Berbau seperti besi. Jangankan manusia, sapi saja tidak mau minum,” terangnya

Kades Kendrowahono Syarif Hidayat mengatakan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jateng untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Kadus Ngrawan Wahyudi menambahkan, saran dari Camat Gondangrejo, lokasi sumur diberi pembatas mencegah anak-anak bermain di sekitarnya.

“Jangan sampai terjadi seperti di lumpur lapindo. Jika bermanfaat bagi warga, ya kami senang. Tapi jika tidak ada, yang kami takutkan jadi bencana.” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *