Sukoharjo – Tiga pengamen yang nekat melakukan pelemparan kaca bis berakhir di jeruji besi. Ketiganya Muh Faisal (23) warga Belang Wetan, Klaten, Eka Imam (20) warga Bareng Lor, Klaten dan Yogi Efendi (19) warga Karangdowo, Klaten.

Tiga pengamen tersebut melakukan aksi pelemparan bis PO Langsung Jaya Jurusan Jogja – Solo, yang dikemudikan Anton warga Solo, pada Sabtu (7/2).

Peristiwa pelemparan berawal saat pelaku Muh Faizal melintas di jalan Klaten Solo sekitar Masjid Al-Aqso Klaten. Beriringan dengan bis PO Langsung Jaya dari Klaten menuju Solo.

Dengan mengendara sepeda motor protolan, tiba tiba pelaku memotong jalan bis. Mengaku kaget sopir bis langsung membunyikan klakson.

“Ternyata klakson itu membuat pelaku tidak terima, lalu mengejar Bus dengan mengajak 2 pengamen lainnya. Mereka mengejar sampai perempatan Gembongan, Kartasura. Karena berhenti di lampu merah, pelaku turun dan memecahkan kaca belakang bis,” ujar Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yuga Pamungkas, saat rilis di Mapolres Sukoharjo, Senin (10/2) siang.

Melihat aksi anarkis ketiga pelaku, kru bis dan masyarakat langsung menangkap pelaku, kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kartasura.

Ketiga pelaku akan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara.

“Sebagai pelajaran bagi masyarakat agar selalu hati hati saat berkendara di jalan, jangan mudah emosi dan tetap waspada,” pesan Kapolres. 

https://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200210-WA0090-1024x768.jpghttps://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200210-WA0090-150x150.jpgHukumKriminalPOLRISosial BudayaSukoharjo - Tiga pengamen yang nekat melakukan pelemparan kaca bis berakhir di jeruji besi. Ketiganya Muh Faisal (23) warga Belang Wetan, Klaten, Eka Imam (20) warga Bareng Lor, Klaten dan Yogi Efendi (19) warga Karangdowo, Klaten. Tiga pengamen tersebut melakukan aksi pelemparan bis PO Langsung Jaya Jurusan Jogja - Solo,...