23 January, 2021

Oknum Polisi di duga Terlibat Aniaya Anak Papua di Bawah Umur

Foto ditayangkan merupakan Ilustrasi diambil dari situs Google

SORONG– Seorang ibu Selasa malam, tanggal 20 Oktober 2020, sekitar pukul 10.00 Wit. Melaporkan dugaan tindak pidana Kekerasan/penganiayaan terhadap Anaknya inisial RP (umur 12) yang dilakukan oleh oknum RT dan oknum Aparat Kepolisian pada Polsek Sorbar POLRESTA Kota Sorong.

Tindakan kekerasan& Penganiayaan terhadap RP dikarenakan RP diduga melakukan pelemparan kaca rumah tetangganya, RP yang masih duduk dibungku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 1 disalah satu sekolah di Kota Sorong menuturkan bahwa iya tidak sengaja karena saat itu keluarga oknum RT menghinanya dengan diteriaki “Suanggi, keluarga Suanggi ” ‘sehingga membuatnya kesal lalu melempar batu kearah rumah tersebut.

Kami sangat menyayangkan karena Tindakan kekerasan/penganiayaan terhadap anak tersebut dilakukan di dalam sebuah ruangan di Polsek Sorbar. Dan disaksikan langsung oleh ibunya tutur RIFAL KASIM PARY, S.H selaku ketua Tim Kuasa Hukum dari Adik RP (12 tahun).

Negara melalui Undang-undang telah menjamin hak anak-anak untuk hidup tanpa kekerasan, oleh karenanya tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Orang tua kandung saja dilarang oleh Undang-undang untuk melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap anak mereka apalagi mereka yang bukan orng tuanya tutur RIFAL.

Menurut Fernando Marthin Ginuny,S.H salah satu kuasa hukum, menyampaikan keprihatinannya terhadap oknum aparat berinisial I, yang bukanya melindungi, mengayomi, melayani, malah melakukan kekerasa dan pengancaman pula terhadap Adik RP, RP dianiaya dengan tidak manusiawi, sekujur badannya dari telapak kaki hingga kepala mengalami memar dan rasa sakit yang membuat adik RP masih sakit dan tak bisa berjalan normal.

Lanjut Fernando Marthin Ginuny,SH. Kami kuasa hukum bukan hanya perkara ini, kami menemukan tindakan tidak profesional seorang aparat kepolisian. Ada 4 laporan polisi, terkait tindakan aparat kepolisian kepada masyarakat sipil di Kota Sorong yang sampai saat ini tidak pernah di proses.

Kami Kuasa hukum telah mendampingi keluarga dan korban untuk membuat laporan ke Polresta Kota Sorong, kami juga sudah membuat pengaduan ke Propam dan Komnas Perlindungan Anak. Kami berharap tidak ada lagi tindakan seperti ini oleh oknum aparat di kota ini dan kedua kami juga berhadap perkara ini dapat berjalan secara terbuka dan transparan tanpa pandang bulu.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, belum memberikan jawabannya.

Dihubungi Pihak Humas Polres Kota Sorong, loss conteck.

******

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *