25 November, 2020

Kabid Humas Bantah Tidak Ada Kepala Daerah Ditangkap KPK, Dititip di Polda Kepri

JAKARTA– Polda Kepri bereaksi atas kabar adanya kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta dititipkan di kantornya.

Kapolda Kepri melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt menegaskan, tidak ada kepala daerah yang ditangkap seperti yang banyak beredar di media sosial.

“Tidak ada Mas, sudah saya cek,” ucapnya melalui pesan WhatsApp kepada TribunBatam.id, Senin (16/11/2020).

Kabar tentang penangkapan kepala daerah yang ditangkap KPK ini, sebelumnya sempat membuat heboh.

Termasuk di Bintan dan Tanjungpinang.

Dari informasi yang beredar, penangkapan pejabat tersebut terjadi pada Minggu (15/11) sore, dan langsung dibawa ke Polda Kepri.

Sebelumnya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan pihaknya akan menahan dua orang kepala daerah pekan depan.

“Bapak lihat aja nanti, minggu depan ada dua orang lagi, bupati dan wali kota,” dalam acara Webinar Pembekalan Cakada yang disiarkan akun Youtube Kanal KPK, Selasa (10/11/2020).

Meski begitu, Firli tidak menjelaskan lebih lanjut terkait identitas dua kepala daerah yang akan ditahan oleh KPK tersebut.

Firli juga menegaskan bahwa KPK menaruh perhatian khusus terhadap jalannya pemilihan kepala daerah karena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi.

Menurutnya, sudah ada 122 orang bupati/wali kota dan 21 orang gubernur yang terjerat kasus korupsi.

Kasus korupsi, kata Firli, juga tersebar di 26 provinsi dari total 34 provinsi yang terdapat di Indonesia.

“Sebaran korupsi terjadi di 26 provinsi, kalau begitu berarti hanya 8 yang tidak atau belum tertangkap, 26 dari 34,” ujar Firli seperti dilansir oleh Kompas.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *