Pemko Siantar Diminta Tidak Tebang Pilih Dalam Penerapan Peraturan PPKM Micro
SUARA
PHASIVIC
26 July, 2021

Pemko Siantar Diminta Tidak Tebang Pilih Dalam Penerapan Peraturan PPKM Micro

SUMUT-Dalam penanganan kasus wabah virus Corona (Covid-19) Pemerintah Pusat maupun daerah telah melakukan berbagai upaya.

Adapun berbagai serangkaian aturan yang diterbitkan oleh Pemerintah, mulai dari PSBB dan penerapan peraturan PPKM Micro dan beberapa pertautan lainnya.

Sama halnya di Kota Pematang Siantar sendiri, Pemerintah Kota Pematang Siantar juga membuat sebuah kebijakan, yakni Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Micro.

Peraturan ini meliputi serangkaian aturan jam operasional usaha menengah ke atas atau ke bawah. Peraturan ini pun bertujuan untuk menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sejak ditetapkan nya, Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Micro jam operasional Restoran, Caffe, warung kopi dan usaha-usaha lainnya hanya diperbolehkan hingga pukul 21.00 WIB malam.

Dikota Siantar sendiri, penerapan PPKM Berbasis Micro memuai beberapa kritik dari masyarakat. Dimana banyak warga menyebut Pemerintah harus bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam penerapan peraturan tersebut.

Sementara itu, Putra Sinaga selaku tokoh pemuda dan mahasiswa menilai pemerintah Kota Pematang Siantar dinilai tidak adil dalam penerapan PPKM bagi usaha-usaha menengah kebawah.

“Jadi dalam hal ini, Pemerintah Kota (Pemko Siantar) harus bisa bersikap adil. Dimana banyak tempat tongkrongan (warkop) dibatasi jam operasional dan juga ada beberapa tempat tongkrongan tidak tersentuh,” kata dia.

Menurut Putra Sinaga dalam penerapan PPKM berbasis Micro Pemerintah tidak adil dimana banyak tempat tongkrongan tampaknya tidak diterpakan PPKM Micro.

“Contohnya tempat tongkrongan di Siantar Squer yang beralamat di Jalan Vihara Kota Pematang Siantar. Dimana disana tiap malamnya banyak masyarakat berkerumun hingga subuh. Sementara ditempat lain hanya diperbolehkan hingga pukul 21.00 WIB,” ujar Putra Sinaga.

Kita contohkan saja, seperti warkop restoran di beberapa tempat yang ada dikota Pematang Siantar. Mereka hanya bisa beroperasi sampai 21.00 WIB. Sementara di wilayah Jalan Vihara, Jalan Cokroaminoto mereka beroperasi seperti biasanya dari sore hingga menjelang subuh.

“Sebenarnya ada tidak penerapan PPKM Berbasis Micro di kawasan Jalan Vihara (Siantar Squer) dan Jalan Cokroaminoto,” tanya dia.

Sementara itu, menurut pantauan awak media pada malam hari mulai dari pukul 18.00 WIB – hingga subuh, di kawasan Jalan Vihara (Siantar Squer) tiap malamnya terlebih sejumlah warga menikmati berbagai jenis makanan disana yang disajikan oleh pemilik warung.

Terlebih pada malam Minggu ataupun tanggal merah pengunjung dikawasan tersebut tampak membludak, tidak hanya sedikit banyak yang mengabaikan protokol kesehatan.

______

Penulis Matius Gea NSM

Teks Foto, Kawasan Jalan Vihara (Siantar Squer) terlihat ramai ditengah pandemik (foto/Matius Gea/NSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *