Kerendahan Hati Kapolri Idham Azis


Penulis : R Mas MH Agus Rugiarto SH (Agus Floureze) Mantan Wartawan Harian Nuansa Pos Palu, sekarang Pengacara berkantor di The Plaza Office Tower Bundaran HI Jakarta Pusat, Ketum LBH Phasivic di Jakarta Pusat, Pemilik suara-phasivic.com, Penasehat FKPPI Jakarta Utara, calon Anggota Komisi Kepolisian


Saya membuat  tulisan ini bukan karena tim kami bersama Rahmad Himran (RH) dan kawan kawan dekat dengan beliau saat Kapolda Metro Jaya dan Saat Menjabat Kabag Reskrim Mabes Polri dan Sempat sebagai Kapolda Sulteng, bagi saya tidak ada kaitannya dengan itu, apalagi mengaku ngaku sebagai orang Sulawesi, akan tetapi tulisan saya murni teruntuk saudara kami Bapak Kapolri Jendral Idham Azis.

Walaupun sekarang jarang bertemu beliau, sejak paska demostrasi besar besaran menduduki LBH Jakarta terkait Bubarkan Sosialisasi PKI, akan tetapi kami mengenal beliau orangnya bersahaja, dulunya saya masih Aktivis di Untad palu, saya mengenal beliau sejak berada di Poso bersama Bang Tito Karnavian untuk melakukan pembasmian anti teroris, memang sosok beliau sangat dekat dengan Bang Tito, bagaikan anak muda yang tidak bisa pisah dengan kawannya.

Agus Floureze bersama Timnya

Teman teman Wartawan dipalu pun, mengenal orang hebat tersebut, dari dulu dekat dengan wartawan dan masyarakat, sambil dengan gaya bahasa Makassar sering duduk bareng, dimana saja sambil tidak lepas dari rokoknya, kalau tidak salah rokok Surya 16. Sekarang mungkin Kapolri beliau berubah total dengan kebiasaan sebelumnya.

Kerendah hati Bang Jenderal  ini dan penuh ketegasan ini yang peduli rakyat dizolimi, menjadi  bagian yang tak terpisahkan dalam goresan pena yang saya tulis ini, untuk mengakui kehebatan seorang jendral dari Sulawesi.

Jangan anggap beliau sombong ketika dia menjabat Kapolri sekarang, sosok Jendral tersebut masih dikenal orangnya masih menyapa teman temannya tapi dengan cara terbatas dan hal itu harus dipahami, perbendaan itu, bukan berarti sosok beliau dikatakan sombong,karena tugasnya sekarang lebih padat.

Kadang walaupun dengan gaya Pakaian Jendral, dengan pengawalan ketat, saya sempat menyapa Bang Jangan Lupa Palu, saya mantan wartawan harian Nuansa Pos Palu, dia langsung menoleh dengan senyuman dan dengan gaya melambaikan tangan.




Jenderal Idham dikenal orangnya Lurus, Mulia dan sangat menghargai masyarakat, anda ingat belum lama ini kalimatnya mengatakan “tidak perlu khawatir, kalau kerja polisi bagus,  pasti Tuhan  akan berikan jalan.  “Jangan izin menghadap, saya untuk cari jabatan, saya akan tutup pintu kalau begitu. ”

Sisi kesederhanaanya masih ada, perhatikan tangannya tidak ada jam mewah, atau cincin mewah ditangannya. Dan Bang Jendral ini hoby menyanyi masih melekat dalam dirinya.

Kemarin waktu datang ke Palu bapak Kapolri, Ternyata masih ada jiwa Penyanyi, saat berduet dengan Sahabat saya satu Alumni di SMEA Palu, Pasha Ungu sekarang menjabat Wakil Walikota Palu. Ternyata masih juga hobi menyanyi saat acara Koorlantas bareng legenda musik Indonesia,  Bang Ebieth G. Menyanyikan lagu “Ayah” para undangan terhanyut sedih ketika beliau melantunkan lagu tersebut.

Saya tidak mau puji berlebihan,  tapi suara Jenderal memang bagus didengar.



https://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200211-WA0178.jpghttps://suara-phasivic.com/wp-content/uploads/2020/02/IMG-20200211-WA0178-150x150.jpgPOLRISelebritiSosial BudayaTokohPenulis : R Mas MH Agus Rugiarto SH (Agus Floureze) Mantan Wartawan Harian Nuansa Pos Palu, sekarang Pengacara berkantor di The Plaza Office Tower Bundaran HI Jakarta Pusat, Ketum LBH Phasivic di Jakarta Pusat, Pemilik suara-phasivic.com, Penasehat FKPPI Jakarta Utara, calon Anggota Komisi KepolisianSaya membuat  tulisan ini bukan...